RSS

Filsafat Teknologi Pendidikan

31 Dec

Didalam perjalanan kehidupan sudah menjadi hukum alam bahwa manusia membutuhkan suatu pedoman yang dijadikan landasannya dalam bergerak. Bergerak atas dasar pemahaman mengenai hakikat, makna, dan esensi, yang kemudian membuahkan penetapan tujuan yang akan dicapai.
Hal ini berlaku pula didalam bidang pendidikan yang menjadi faktor urgen dalam kehidupan manusia. Jika ditinjau dari sudut pandang secara luas, serta sembari menelisik hubungan simbiotik didalamnya, maka pendidikan dapat dikategorikan sebagai kehidupan itu sendiri.
Tentang bagaimana pendidikan itu dapat memberikan kontribusi semaksimal mungkin, perlu adanya daya dukung yang berasal dari pemanfaatan segala sesuatu yang masih memiliki relevansi, baik dalam bentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. Istilah populer yang biasa digunakan untuk mewakili definisi ini biasa kita sebut dengan teknologi.
Selayang pandang yang dipaparkan tersebut merupakan gambaran awal dalam rangka menarik benang merah antara sebuah landasan hakikat (baca: filsafat), pendidikan, dan teknologi.


Definisi Filsafat
Istilah filsafat (Inggris: philosophy; Arab: falsafah) berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu philein atau philos yang berarti cinta atau sahabat, dan sophia atau sophos yang berarti kebijaksanaan. Kedua kata tersebut membentuk istilah philosophia. Dengan demikian, berdasarkan asal usul katanya, philosophia (filsafat) berarti cinta kepada kebijaksanaan. [1]
Perasaan cinta tersebut kemudian berimplikasi pada lahirnya keinginan untuk berpikir secara mendalam dalam menggali pengetahuan berkenaan dengan hakikat tentang sesuatu.

Definisi Teknologi Pendidikan
Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh AECT pada tahun 2004, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. [2]
Mengacu pada definisi tersebut, maka jika kita dihadapkan dalam suatu permasalahan dalam kegiatan pembelajaran, bagaimana agar teknologi pendidikan memposisikan peranannya untuk hadir sebagai upaya penyelesaiannya, juga tak luput untuk bagaimana agar teknologi pendidikan diposisikan agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisienitas dari pembelajaran.

Hakikat Filsafat Teknologi Pendidikan
Perlu adanya suatu kajian yang mendalam yang berkaitan dengan akan dibawa ke arah mana teknologi pendidikan oleh para pengusungnya. Berikut adalah sendi-sendi kajian yang dapat dikembangkan ke depannya:
1. apa yang menjadi objek telaah teknologi pendidikan?(wujud objek telaah)
2. Sampai dimana ruang lingkup objek telaah,?(penggarapan objek telaah)
3. Apakah masih dimungkinkan adanya telaah baru? (hasil penggarapan objek telaah)
Berikut akan dideskripsikan tentang apa-apa yang dimaksud dalam wujud, penggarapan, dan hasil penggarapan objek telaah teknologi pendidikan:
1. Wujud objek telaah
Mengacu pada definisi teknologi pendidikan menurut AECT pada tahun 2004, yang menjadi pokok dalam pembahasannya adalah sangat erat kaitannya dengan sumber belajar. Penindaklanjutan dari hal tersebut jika diurutkan secara terperinci, antara lain:
a) Adanya berbagai macam sumber belajar termasuk orang, pesan, media, alat, metode, dan lingkungan.
b) Perlunya sumber tersebut dkembangkan, baik secara konseptual maupun secara factual.
c) Perlu dikelolanya kegiatan pengembangan maupun sumber-sumber belajar untuk belajar.
Ketiga hal diatas merupakan ruang lingkup wujud objek telaah dari teknologi pendidikan.
2. Penggarapan objek telaah
Usaha sistematik dan sistemik yang diawali dengan menganalisis masalah tentang bagaimana agar pembelajaran dapat terfasilitasi, juga efektifitas serta efisienitas pembelajaran dapat ditingkatkan dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat.
Rangkaian argumen tersebut menjadi alasan akan perlunya pendekatan baru yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Keseluruhan masalah belajar dan upaya pemecahannya dikelola secara simultan.
• Unsur yang berkepentingan diintegrasikan dalam suatu proses kompleks secara sistemik.
• Penggabungan proses kompleks di atas harus mengandung daya lipat.
Ketiga ciri diatas merupakan teknik intelektual yang unik dan dihimpun menjadi penggarapan objek telaah dari teknologi pendidikan. [3]
3. Hasil penggarapan objek telaah
Dari dua landasan yang telah dipenuhi oleh teknologi pendidikan, dirumuskanlah kegunaan potensial teknologi pendidikan yaitu perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, meningkatkan mutu pendidikan, penyempurnaan sistem pendidikan, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penyempurnaan pelaksanaan interaksi antara pendidikan dan pembangunan [3]. Hal inilah yang merupakan hasil dari penggarapan objek telaah dari teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu.

Referensi:
[1] Syarifudin, Tatang dan Kurniasih. (2008). Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Percikan Ilmu.
[2] [Online]. http://uhangdusun.blogspot.com/2009/06/pengertian-teknologi-pendidikan-menurut_22.html
[3] [Online]. bidansmart.files.wordpress.com

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2011 in Pendidikan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: