RSS

Konsep Masyarakat Madani

31 Dec

Suatu tatanan masyarakat, yang didalamnya tertanam pengamalan nilai-nilai islami, merupakan alasan kuat mengapa agenda dakwah hingga hari ini harus terus mempertahankan dan memperkuat eksistensinya.

Dilansir dari firman Allah SWT dalam Al Qur’an, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…” (3: 110), merupakan titik tolak mengapa umat Islam ketika mereka telah mampu mengamalkan nilai-nilai Islam secara kaffah, tak dapat dipungkiri lagi transformasi tatanan kehidupan masyarakat ke arah madaniah akan terwujud.

Nilai-nilai Islami tersebut yang kemudian dibingkai dalam satu konsepsi komprehensif yang bernama syari’at Islam. Dikatakan seperti itu, maka yang menjadi tujuan dari pemberlakuan syari’at Islam, antara lain:

1)   Memelihara agama

2)   Memelihara jiwa

3)   Memelihara akal

4)   Memelihara keturunan

5)   Memelihara harta

Namun tujuan ideal tersebut tidak serta merta dapat terwujud seketika, terlebih dahulu ada tahapan-tahapan yang perlu dilalui untuk mencapai tujuan tersebut. Syarat-syarat yang perlu dilalui untuk tegaknya syari’at Islam, antara lain:

1)   Ketika agama sudah terjaga (terlebih dahulu perlu memberikan pemahaman tentang Islam kepada masyarakat)

2)   Ketika jiwa sudah terjaga (terlebih dahulu kondisi raga dan keamanan masyarakat tak lagi ada ancaman secara fisik)

3)   Ketika akal sudah terjaga (terlebih dahulu aspek pendidikan masyarakat perlu ditingkatkan)

4)   Ketika keturunan & kehormatan sudah terjaga (harkat dan martabat masyarakat perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kekuasaan syahwat dan nafsu, yang kemudian efek positif dari hal tersebut yakni lahirnya generasi penerus yang berkualitas)

5)   Ketika harta sudah terjaga (terlebih dahulu aspek kesejahteraan masyarakat perlu ditingkatkan)

Sudah menjadi sunatullah ketika haq akan ditegakkan, maka kendala kebatilan yang dihadapi akan selalu ditemui dalam meretas jalan mewujudkan masyarakat madani. Jika kita analisa, beberapa kendala yang ditemui dilapangan berkenaan dengan hal tersebut, yakni:

1)   Gerakan pemurtadan umat

2)   Merebaknya pemikiran dan aliran sesat

3)   Merebaknya pornografi dan pornoaksi

4)   Peredaran alkohol dan NAPZA (Narkotika, Psikotoprika, Zat adiktif)

5)   Media yang non-islami, dll

Setelah kita memahami akan kendala yang dihadapi, perlu selayaknya kita merancang strategi untuk menjauhkan umat dari dari berbagai gangguan-gangguan dari dakwah. Setidaknya upaya yang dapat ditempuh untuk memecahkan permasalahan ini, yakni:

1)   Penguatan iman dan ukhuwah kader dakwah

2)   Silaturahmi tokoh untuk membangun jaringan pendukung dakwah

3)   Optimalisasi fitur dakwah

4)   Membentuk kader dan menempatkannya pada pos-pos berpengaruh dan penting negara

Mewujudkan masyarakat madani bukan hanya sekedar utopia belaka. Walaupun kini umat sedang berada pada fase mulkan jabariyyan, fase seburuk-buruknya keadaan, dimana penguasa yang kini sedang memegang tampuk kepemimpinan umat justru dipergunakannya untuk menebarkan kedzaliman, namun harapan itu masih ada.

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2011 in Politik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: