RSS

Perspektif Sosiologi Antropologi Dalam Koridor Pendidikan

12 Apr

Pendidikan merupakan salah satu bidang garapan yang fundamental dalam suatu tatanan masyarakat. Baik buruknya praktek pendidikan dalam suatu tatanan masyarakat akan turut berpengaruh terhadap kualitas dari masyarakat tersebut. Pendidikan bukanlah segala-galanya, namun segala-galanya berawal dari pendidikan.

Pendidikan dapat dikategorikan sebagai ilmu terapan. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai pendidikan, kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud dengan ilmu terapan. Ilmu terapan adalah disiplin ilmu yang diperuntukkan untuk memecahkan permasalahan secara langsung dalam bidang pendidikan. Sebagai ilmu terapan, pendidikan perlu mengambil sandaran dari konsep dan teori yang disadur dari disiplin ilmu murni.

Kaitannya dengan ilmu sosiologi antropologi, yang keduanya merupakan ilmu yang objek kajiannya berfokus pada masyarakat dan kebudayaan, oleh para ahli dikategorikan sebagai ilmu yang menjadi acuan pokok teori, konsep, dan metodologi yang banyak digunakan dalam ilmu sosial lainnya. Tak terkecuali dengan pendidikan, dalam hal ini pendidikan banyak menyadur teori, konsep, dan metodologi yang ada pada ilmu sosiologi antropologi.

Untuk keperluan penelitian yang valid, integrasi sosiologi dalam pendidikan banyak memfokuskan penelitiannya pada sekolah. Suatu proses pendidikan tentu takkan terlepas dari pola hubungan timbal balik dan tingkat pengaruh antara sekolah sebagai satuan pendidikan, dengan masyarakat luas yang merupakan lingkungan eksternal dalam praktek pendidikan. Mengenai lingkungan internal dalam satuan pendidikan, akan ditemui pula pola hubungan antar komponen didalamnya, sebagai contoh pola hubungan timbal balik dan tingkat pengaruh antara sekolah dan instrumen pendidikan dibawahnya, ataupun pola hubungan antara instrumen pendidikan setara, seperti hubungan antara siswa dan guru, siswa dan kepala sekolah, juga guru dan kepala sekolah. Untuk kepentingan analisis pola hubungan tersebut, maka pendidikan memerlukan pijakan teori, konsep, dan metodologi, dalam hal ini ilmu sosiologi dalam pendidikan memberikan saduran referensi untuk keperluan tersebut.

Jika tadi dibahas mengenai integrasi antara sosiologi dalam pendidikan, lalu bagaimana dengan integrasi antara antropologi dalam pendidikan? Berbicara mengenai antropologi yang objek kajiannya berfokus pada kebudayaan, maka mengenai integrasi antara antropologi dalam pendidikan akan banyak mengulas mengenai pola hubungan timbal balik dan tingkat pengaruh antara pendidikan dan kebudayaan. Kaitan diantara keduanya, pendidikan yang berkesinambungan pada perjalanannya akan membentuk kebudayaan dalam suatu tataran masyarakat, dan pemahaman serta analisis mengenai kebudayaan  yang telah mengakar dalam suatu tataran masyarakat, perlu dijadikan sebagai referensi bagi praktek pendidikan untuk mencari model integrasi sistem pendidikan yang cocok dan relevan dengan kebudayaan masyarakat setempat. Seperti halnya dengan sosiologi dalam pendidikan, pendidikan dalam keperluan analisa berbagai fenomena tersebut, menggunakan teori, konsep, dan metodologi yang disadur dari ilmu antropologi.

Diantara ketiga disiplin ilmu tersebut, maka antara ilmu sosiologi, antropologi, dan pendidikan, memiliki hubungan yang bersinergis dan saling melengkapi.

 
Leave a comment

Posted by on April 12, 2012 in Pendidikan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: